Nasional

Ini Motif Penyebaran Hoax

Jakarta – Sepak terjang kelompok MCA dalam menyebarkan berita hoax di media sosial kini mulai terkuak. Bahkan terungkap, alasan kelompok tersebut dalam menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong yang bermuatan politik, yakni ingin menggantikan pemerintahan yang sah.

“Setelah Isu media sosial tersebut didalami oleh pihak kepolisian secara intensif, akhirnya terkuak apa motifnya bisa terjadi serangkaian serangan dunia maya. Setelah didalami komunikasinya, ditemukan ternyata tujuannya agar pemerintah dianggap tidak kredibel, kemudian supaya nanti ada pergantian pemerintahan dan lain-lain,” tegas Aktivis Komite Nasional (Komnas) Gerakan Mahasiswa 212 Bung Rey, hari ini.

Menurut Bung Rey, lebih spesifiknya kegiatan penyebaran berita hoak dari kelompok MCA hal ini ada muatan motif politik. Kata Bung Rey, isu yang digoreng dengan menyebarkan berita bohong seperti bangkitnya PKI di Tanah Air dan penyerangan ulama akan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat dan menimbulkan ketidakpercayaan kepada pemerintah.

“Sehingga menjadi isu nasional. Publik terpengaruh opini bahwa telah terjadi penyerangan yang sangat sistematis dengan target ulama. Dan kemudian kambing hitamnya terhadap kelompok tertentu,” lanjutnya.

Dia mengaku, hingga detik ini polisi masih mendalami pihak-pihak siapa saja yang menjadi dalang dari kelompok MCA.

“Kami juga melihat ini terkait dengan kelompok-kelompok yang tidak nyaman dengan sistem negara ini. Contoh kelompok khilafah,” ucapnya.

Bung Rey menambahkan kelompok penyebar hoax tersebut terindikasi memainkan isu hoax untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat bahwa saat ini Polri tidak mampu menjaga stabilitas nasional dengan secara sistematis mengiring opini negatif terkait kegagalan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.

“Sehingga perlu adanya pergantian pemerintahan, mengingat isu tersebut sangat signifikan apabila dihembuskan secara berkesinambungan menjelang pilpres 2019 untuk menjatuhkan kredibilitas salah satu calon figur,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top