Hukum

Paytren Perkuat Hukum Lewat Ekonomi Syariah

SURABAYA-Potensi FinTech (Teknologi Finansial) bidang syariah diyakini akan terus tumbuh bersamaan dengan perkembangan layanan digital lainnya. Oleh karena itu, perlu upaya penguatan hukum digital syariah supaya tidak ada keraguan masyarakat terhadap aplikasi ini.  

Seperti halnya yang dilakukan oleh aplikasi PayTren. Setelah sempat dituding abal-abal, aplikasi yang digagas oleh ustaz Yusuf Mansyur ini kembali mencari member dengan sosialisasi hukum lewat ekonomi syariah. 

Pengamat Perbankan Syariah Universitas Airlangga (Unair), Imron mawardi mengatakan,  pemerintah sudah seharusnya memperkuat hukum FinTech Syariah secara umum. Pasalnya, layanan berbasis digital lewat sistem syariah akan terus dicari oleh masyarakat. 

”Banyak hukum untuk memperkuat FinTech atau bisnis digital program syariah ini. Mulai dari Permendag, POJK, MUI, dan lainnya,” kata Imron saat acara seminar Ekonomi Syariah ’PayTren Halal atau Haram’ di Gedung Astranawa Surabaya, Senin (21/8). 

Akan tetapi, lanjut dia, terkadang masyarakat bahkan pemerintah sendiri belum memahami sehingga status hukum produk itu tidak jelas. Padahal, sudah lebih dari 50 perusahaan yang menyediakan layanan ekonomi berbasis syariah, mulai dari perbankan, peer to peer, uang teman, dan lainnya. 

Direktur RMI PWNU Jatim yang juga pengasuh Ponpes Mahrusiyah Lirboyo, Reza Achmad Zahid menambahkan, untuk menentukan halal haram sebuah bisnis syariah. ”Hukum mualamat dalam fiqih tidak ada yang haram, selama tidak ada dalil yang mengharamkan karena terdapat unsur riba, penipuan, dan tidak adanya transparasi. Selama itu tidak terdapat unsur unsur itu maka semuanya halal,” kata Reza. 

Di Indonesia, untuk menentukan hukum tersebut, pemerintah sudah memiliki beberapa lembaga yang sudah mengaturnya, seperti Kementrian Perdagangan dan Perindustrian, Majelis Ulama Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Kalau di Indonesia, sudah ada lembaganya dan mereka  mengeluarkan sertifikatnya. Jadi yang halal atau tidak itu sudah ditentukan oleh Lembaga yang sudah memahami fiqihnya,” kata dia.  

Sementara itu, Duta PayTren, Jasman menambahkan, saat ini sudah ada 1,6 juta member di Indonesia yang tergabung dalam aplikasi Paytren. ”Kami targetnya member sebanyak banyaknya, untuk mendapatkan trush dari masyarakat kami penuhi semua syarat syaratnya. Dari akad transaksi, pemberian laba dan sebagainya,” kata Jasman. 

 

sumber : http://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/08/22/8848/paytren-perkuat-hukum-lewat-ekonomi-syariah

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top