Nasional

Habib Husin Shihab : Ideologi Khilafah Sangat Berbahaya, Pancasila Paling Sakti

Jakarta – Pegiat media sosial Habib Husin Shihab mengapresiasi langkah polisi yang berhasil dalam para petinggi ormas terlarang Khilafatul Muslimin Penangkapan tersebut dinilai tepat juga sebagai tindakan preventif agar faham radikal.

“Menurut saya tindakan Polri sudah tepat. Ketika faham Khilafah semakin tersebar di Indonesia dampaknya akan makin besar jadi harus ada langkah Preventif,” kata Habib Husin, Jumat (26/7/2022).

Dia menyatakan, faham Khilafah tidak ada satu pun Negara yang sukses menerapkan faham tersebut bahkan termasuk juga di Arab Saudi.

“Bahkan Saudi yang kecenderungannya ada itu sudah berubah semua sistemnya. Ulama keras sedikit aja khotbah di Masjidil Haram dipenjara 10 tahun gara-gara hanya menerapkan beberapa faham yang mungkin ada sisa-sisa ulama di situ yang masih memahami bahwa khilafah itu kunci surga,” ujar dia.

“Polisi saat ini langkahnya sudah benar dan sudah semestinya seperti itu,” ujarnya.

Pria yang dikenal dengan nama lengkap Husin Alwi Shihab ini mengungkapkan, pentolan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja masih meyakini ideologinya meski pernah tercatat sebagai eks napiter.

“Karena dia merasa bahwa faham khilafah itu adalah kunci surga kurang lebih begitu. Seolah-olah orang yang meyakini pedoman-pedoman yang ada pada di faham khilafah itu mereka otomatis masuk surga,” ungkap Habib Husin.

Ditegaskan dia, dalam konteks Indonesia, faham atau ideologi khilafah sangatlah berbahaya yang dapat mengancam tatanan masyarakat Indonesia yang beragam.

“Ketika masuknya konteksnya Indonesia, kenapa faham itu mesti dilarang, karena negara islam diluar Indonesia, itu sangat jauh berbeda, sukunya nggak banyak, adat istiadatnya nggak banyak, bahasanya juga nggak banyak, beda seperti Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, Indonesia, disetiap provinsi punya adat istiadat sendiri, ada berbagai bahasa bahkan mencapai sekitar emapt ratus bahasa yang mewakili budayanya masing-masing.

“Kenapa bisa berbahaya? karena masyarakat di sini masyarat yang heterogen, plural yang berbagai macam-macam mayarakat ada di sini,” paparnya.

Selain agama yang diterima di Indonesia, lanjut dia, ada lima agama-agama yang belum diakui seperti Sunda Wiwitan yang merupakan bagian dari Indonesia.

Habib Husin menegaskan bahwa kelompok khilafah secara terang benderang menyatakan dirimya tak setuju dan anti dengan ideologi Pancasila.

“Mutlak mereka menolak Pancasila. Dianggapnya Pancasila itu buatan manusia bukan terikat dengan wahyu,” katanya.

“Filosfinya panjang kalau saya ceritakan. Saya hanya saya menggarisbawahi bahwa Pancasila ditolak mereka karena dianggap bukan bagian dari wahyu yang diterima oleh Rasulullah dan diterapkan pemahamannya di Madinah. Mereka menolak Pancasila karena memang mereka nggak bisa ngapa-ngapin dengan Pancasila,” tambahnya.

Selain itu, ideologi yang paling sakti, menurut Habib Husen yakni ideologi Pancasila. Dengan keberadaan Pancasila, Negara Indonesia hadir dengan keberagaman dan keharmonisannya.

“Pancasila itu sakti karena dengan keberagamannya karena kan satu sama lain itu kan saling menjaga dalam Pancasila, bhineka tunggal ika dan itu menurut saya bagian dari rahmat Indonesia bisa seindah ini sampai saat ini. Negara ini dirawat oleh Pancasila. Sebuah ideologi bisa merawat sebuah negara. Sakti,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top