Nasional

Kawal Pesta Demokrasi, LAKSI Tolak Penggiringan Opini Terkait Isu Kecurangan Pemilu

JAKARTA – Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menyoroti berbagai isu hoax dan fitnah yang sengaja dimunculkan oleh suatu kubu politik tertentu yang ingin mendapatkan pengaruh kekuasaan dalam masyarakat. 

Koordinator LAKSI Azmi Hidzaqi menyebut opini di medsos dan di media cetak terus di produksi kubu yang memang bertujuan untuk mendeligitimasi pemilu, sehingga opini negatif dari publik akan menghakimi lembaga KPU dan pada akhirnya masyarakat di buat terpolarisasi dan saling curiga dan mudah di provokasi untuk tujuan politik tertentu. 

“Sehingga mengancam rasa aman di masyarakat dan mengancam demokrasi,” ungkap Azmi, hari ini.

Azmi melanjutkan dalam hal Pemilu misalnya, terlebih dahulu diciptakan opini yang sesat oleh kubu politik tertentu agar masyarakat tidak percaya kepada aparat atau KPU yang bertugas sebagai penyelengara pemilu, tudingan dan berita hoax soal kebobrokan sengaja di sebarkan agar lembaga-lembaga terkait Pemilu seperti KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI, dan lain-lain dilegimitasi terlebih dahulu dalam opini tersebut. 

“Lembaga itu dianggap curang, tidak netral dan ingin untung sendiri. Dan pada akhirnya mereka mengajak rakyat untuk melawan lembaga negara, serta menyerang penyelengara pemilu,” terang Azmi.

Dikatakannya, opini sesat itu bertujuan agar ketika kubu politik tersebut melakukan kecurangan, maka yang tertuduh adalah berbagai lembaga  penyelenggaraan Pemilu. Dengan cara itulah mereka akan mengalahkan kubu politik pesaingnya dalam Pemilu, sekaligus mendapatkan simpati masyarakat karena mereka telah membongkar adanya kecurangan Pemilu.

“Kerugian yang ditimbulkan oleh aksi kubu politik seperti itu. Dapat menciptakan terpecahnya simpul persatuan dan kesatuan anak bangsa,” terang Azmi.

Menurutnya, timbul saling curiga dan kebencian. Ketidakpercayaan pada KPU dan aparat keamanan, dan hal-hal bersifat moral lainnya. Akibatnya suasana kehidupan dalam masyarakat menjadi tidak kondusif dan dapat memecah belah bangsa. Rakyat semakin brutal dan chaos, sehingga suasana pasca pemilu menjadi kacau.

“Setiap peserta pemilu dapat menempuh cara  konstitusional apabila keberatan dengan proses pemungutan suara yang sudah berlangsung,” kata Azmi lagi.

Lebih lanjut, Azmi menjelaskan bahwa para peserta pesta demokrasi lima tahunan pun jangan pernah berpikir apalagi melakukan delegitimasi terhadap KPU. Selain itu, tambah dia, jangan sampai mereka mengganggu proses penyelesaian tahapan pelaksanaan pemilu dengan menduduki lembaga KPU, Bawaslu dll yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat. 

“Kami sebagai elemen masyarakat mendukung penyelenggara pemilu yang telah menjalan-kan tugas secara mandiri, bertanggung jawab, dan profesional,” kata Azmi.

Pihaknya mengecam keras setiap upaya mendelegitimasi KPU dan pemilu serta mengimbau seluruh rakyat menjaga kedamaian, kerukunan, dan tali persaudaraan antar anak bangsa. Masyarakat diharapkan tidak terpancing provokasi yang dapat memecah belah bangsa.  

“Kami mengajak masyarakat jangan mau apabila di provokasi untuk melakukan demo ke Bawaslu, KPU untuk tujuan menekan dan mempengaruhi hasil perhitungan suara,” saran dia.

Mengenai hasil pemilu, pihaknya meminta kontestan dan partai politik pendukung menunggu rekapitulasi suara KPU. Mengimbau para elite politik tidak mengeluarkan pernyataan provokatif yang dapat menimbulkan aksi-aksi demontrasi, sehingga memunculkan gerakan yang dapat merugikan bangsa ini.

Dan LAKSI mengapresiasi penuh kinerja KPU di pusat hingga ke daerah yang telah sukses dalam penyelenggaraan pemilu hingga 22 Mei pengumuman hasil Ahir KPU.

“Kami sangat yakin dengan integritas KPU karena dialah lembaga yang telah teruji dalam menyelenggarakan pemilu dan kami yakin aparat kepolisian dapat menjaga aset negara dalam menjalankan tugasnya,” jelasnya.

Sudah seharusnya pihaknya mendukung penuh KPU dan aparat kemanan Polri dan TNI dalam penyelenggaraan pemilu, mereka banyak berjasa dalam pelaksanaan pemilu, dan pengorbanannya tidak dapat di nilai, banyaknya korban jiwa petugas KPPS termasuk aparat keamanan dari Polri. 

“Kita harus menghargai pengorbanan mereka dengan berusaha keras menjaga integritas pemilu. Atas dasar itulah maka kami dari LAKSI mendukung penuh KPU dan menolak segala tudingan miring soal kecurangan KPU, dan kami akan bersama sama elemen masyarakat untuk menjaga hasil pesta demokrasi ini dengan sebaik baiknya dan kami tidak akan mentolerir pihak-pihak yang akan menghacurkan hasil pesta demokrasi ini dengan melakukan peopel power atau demontrasi besar-besaran yang akan mengganggu keberlangsungan demokrasi di negeri ini,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top